Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2009

Hati-hati memilih sekolah di New Zealand

Setiap jelang tahun ajaran baru berbagai agen sekolah luar negri sibuk berpameran menawarkan sekolah-sekolah kepada pelajar Indonesia, termasuk kesempatan belajar di New Zealand. Untuk perguruan tinggi ternama di New Zealand, logikanya tidak terlalu membutuhkan agen di negara lain. Lha, peminatnya banyak kok, buat apa perlu agen lagi? Lalu sekolah macam apa dong yang masih membutuhkan para agen untuk mencarikan siswa overseas? Ya, jelas bukan sekolah unggulan.

Di New Zealand, hanya ada beberapa perguruan tinggi bergengsi dan terakreditasi, yaitu: Auckland University (AU), University of Victoria (Wellington), University of Canterbury (Christchurch), University of Otago (Dunedin), sedangkan second layer nya adalah Auckland University of Technology (AUT), University of Waikato (Hamilton) dan Massey University (yang terakhir ini pusatnya di Palmerston North dan ada juga kampusnya di Auckland). Dalam laporan rangking universitas dunia, AU berada dalam 50 rangking dunia.

Selebihnya adalah perguruan tinggi yang masih harus berjuang untuk menjadi peringkat baik, dan sekolah-sekolah inilah yang menebar agen di luar negri untuk menjaring siswa overseas.

Nah, buat para calon mahasiswa dan orang tua mudah2an informasi ini berguna adanya.




Rabu, 02 Januari 2008

Tentang 200 Universitas Terbaik Dunia 2007

Salah satu laporan di Majalah Campus Asia vol. 2 number 1, edisi Maret 2008 (hebat ya, edisi Maret 2008 sudah beredar di Januari 2008, penerbitnya Universitas Pelita Harapan -- grup Lippo), adalah tentang 200 universitas unggulan dunia 2007 yang sumbernya diambil dari Times Higher Education Suplement. Penilaiannya berdasarkan berbagai variabel, termasuk rasio pengajar -- mahasiswanya, juga jumlah mahasiswa internasionalnya.

Sebagai orang Asia, saya bangga juga karena di 50 besar ada: University of Tokyo (17), University of Hongkong (18), National University of Singapore (33), Peking University (36), Chinese University of Hongkong (38), Tsinghua University (40), Osaka University (46). Dari Australia ada 6 di 50 besar ini, yaitu: ANU (16), University of Melbourne (27), University of Sydney (31), University of Queensland (33), Monash University (43) dan University of New South Wales (44).

Bagaimana dengan universitas di NZ dalam kancah 200 universitas unggulan dunia ini? Ada University of Auckland (50) -- masih lebih baik dari University of Western Australia (62) -- kemudian ada University of Otago - di kota Dunedin (114) dan University of Canterbury - di kota Christchurch (188). Sedangkan yang paling buncit di posisi 200 adalah RMIT (Australia). Di ASEAN, kita hanya diwakili oleh Singapura, termasuk Nanyang Technological University (69).

Yah, kita harus sabar sambil terus ikhtiar biar suatu hari nanti laporan seperti ini menempatkan Universitas Cendrawasih di posisi 5 dan Universitas Negeri Jember di posisi 2. Amin.

Kamis, 06 Desember 2007

Pertama Kali Datang untuk Sekolah

Baru-baru ini kenalan saya menyampaikan bahwa putrinya sudah diterima kuliah di Auckland University (AU) dan akan mulai kuliah bulan Februari 2008 mendatang. Sang putri ini adalah anaknya semata wayang. "Yang pasti ibunya akan menemani dia dulu sambil mencari akomodasi di sana." katanya.

Situasi seperti kenalan saya di atas memang banyak dialami orang tua yang lain. Mereka tentu ingin yang layak buat anaknya. Makanya mereka mau ikut mengantar bahkan mungkin ikut memilihkan akomodasi buat anaknya. Lalu saran saya kepada kenalan tadi adalah, datanglah ke Auckland 2 minggu sebelum kuliah dimulai. Karena saya pikir 2 minggu cukup untuk mencari akomodasi yang diinginkan.

Tinggal soal pilihan, kalau mau dekat kampus biar hemat transport (bisa jalan kaki) tersedia banyak apartemen sekitar kampus. Sukur dapat yang studio bisa sendirian, tapi kalau bukan studio berarti akan share dengan mahasiswa/i lain (kecuali orang tuanya membeli 1 unit apartemen, he..he..he). Pilihan lain kontrak rumah dengan beberapa mahasiswa/i lainnya.

Dua pilihan di atas memang masih sedikit memberi rasa kuatir orang tua, karena berarti kita melepas anak kita tanpa pengawasan. Bagi mahasiswa/i baru, apalagi perempuan, banyak orang tua yang menginginkan adanya pengawasan. Nah, kalau kondisi seperti itu yang diinginkan, maka home stay bisa jadi pilihan. Orang tua bisa "menitipkan" anaknya kepada sebuah keluarga.

Atau ada alternatif lain, anak kita di "home stay" kan untuk sementara waktu sambil mencari akomodasi yang benar-benar cocok. Kalau perlu minta bantuan induk semang untuk mengantar anak kita mencari tempat akomodasi yang diinginkan. Beberapa keluarga Indonesia rasanya siap membantu untuk hal seperti ini. Kalau anak itu akhirnya malah merasa sudah cocok tinggal di keluarga Indonesia, ya sudah, tak perlu repot-repot mencari akomodasi lagi. Orang tuanya pun mungkin bisa lebih tenang karena bisa menitipkan anaknya di keluarga Indonesia, yang setidaknya menyediakan nasi sebagai makanan pokoknya, he..he..he.

Jumat, 30 November 2007

Berapa Biaya Sekolah di NZ?

Bagi overseas student, biaya sekolah dikenakan secara penuh. Sedangkan bagi warga setempat atau pemegang status PR biayanya gratis untuk SD - SMA, sedangkan di universitas mendapatkan harga 1/3 nya (semua untuk public school). Biaya sekolah bagi overseas student (SD-SMA) sekitar NZ$ 15 ribu per tahun (1 NZ$ = Rp 6000 - 7000). Sedangkan untuk universitas bervariasi tergantung fakultasnya, yaitu antara NZ$ 15 ribu s/d 20 ribu per tahun.

Lalu untuk biaya hidup di sana, misalnya untuk home stay dengan 2 kali makan (pagi dan malam, krn siang asumsinya makan di sekolah, jam sekolah jam 8.45 s/d 15.30) sekitar NZ$ 200 /minggu atau NZ$ 800/bulan. Untuk transport (kalau diperlukan, tapi kalau home stay nya dekat sekolah bisa jalan kaki) sebulan sekitar NZ$ 200. Untuk uang jajan (termasuk makan siang di sekolah) sekitar NZ$ 300. Jadi total kebutuhan minimun utk hidup di sana NZ$ 1300.

Nah, ringkasnya, biaya sekolah SD - SMA per bulannya sekitar NZ$ 2550, kalau kuliah sekitar NZ$ 3000 (ini semua cuma perkiraan untuk sekolah dengan biaya hidup yang pas-pas saja). Tentu akan lebih bila uang saku ditambah atau anak kita dibelikan mobil (ada uang bensin dan perawatan). Kalau kita ambil kurs yg 1 NZ$ = Rp 7000 saja, berarti biaya anak sekolah perbulan bisa dikatakan antara Rp 15 - 21 juta / bulan atau kalau agak dimanja sedikit bisa Rp 17,5 - 23,5 juta per bulan (uang sekolah dan biaya hidup).

Berapa biaya sekolah dan hidup kalau menyekolahkan anak kita seperti ke Global Jaya, High Scope, British School, German School, UPH, Trisakti, UI, Binus, dll? (Keterangan foto: Hakim dan teman sekolahnya)

Minggu, 11 November 2007

Mereka Kompak Euy

Sebagai salah satu negara yang punya sistem pendidikan terbaik, tak heran kalau banyak pelajar dari luar yang sekolah di NZ. Dari Asia, terbanyak orang China (mainland) dan Korsel. Mungkin karena mereka juga anggap NZ sebagai salah satu negara yang teraman di dunia, selain bonus lainnya berupa pemandangan alam yang begitu indah.

Masalah utama buat pelajar asing tentunya soal bahasa Inggris. Salah satu strategi mengatasi soal bahasa adalah, anak-anak itu mulai bersekolah di NZ sejak SMA. Dengan cara itu, saat kuliah nanti, bahasa Inggrisnya benar-benar sudah memadai untuk menggunakan bahasa Inggris akademis (bukan yang pasaran).

Banyak pelajar China atau Korea yang sekolah tanpa orang tuanya di NZ. Padahal namanya orang tua, siapa sih yang nggak was-was mengirim anak remajanya ke luar negeri? Selidik punya selidik, oh ternyata mereka banyak memanfaatkan kenalan atau famili yang tinggal di NZ sebagai tempat tumpangan anaknya ('home stay'). Luarrr biasa semangat mereka buat maju. Kayaknya famili/kenalan yang dititipi sadar, dengan cara ini mereka masih bisa berperan buat negaranya, yaitu berharap setelah lulus di NZ si anak akan kembali ke kampung halaman untuk menyumbangkan pikiran dan tenaganya.

Sedangkan si orang tua, tentu lebih merasa tenang karena anaknya ada yang mengawasi di masa remaja yang rawan. Saat masuk kuliah biasanya anak-anak ini akan memilih, tetap tinggal dgn famili atau kenalan ortunya atau pindah ke apartemen dekat kampus. (Keterangan foto: halaman Takapuna Primary School, Auckland)