Minggu, 20 Juli 2008

Taman di Jakarta

Karena ada keperluan untuk klien, saya harus mencari lokasi taman-taman di Jakarta melalui internet. Saya temukan beberapa lokasi lengkap dengan gambarnya. Ternyata taman-taman yang saya temukan diluar bayangan saya sebelumnya. Silakan lihat beberapa di bawah ini. Rasanya saya harus melihatnya langsung, apakah seindah seperti di foto?

Malu sama Kucing

Dalam suatu kesempatan di Auckland saya melaju mobil dengan kecepatan sekitar 50 km/jam. Tampak di muka jalan sepi tak ada halangan. Sesaat kemudian saya kaget ada orang di sisi jalan yang berteriak sambil mengangkat ke dua tangannya dengan muka kesal. Saya baru tersadar kalau orang tadi bermaksud menyeberang tapi mobil yang saya kemudikan dianggap tidak memberi dia kesempatan buat menyebarang. Dan, orang itu berdiri tepat di ujung zebra cross. Hmm, gaya Jakarta susah kalau dibawa ke negeri yg serba teratur.

Suatu kali setelah kejadian di atas, di tanah air, saya menyeberang di zebra cross, tapi mobil dan motor bukannya melambat malah memberi klakson dengan pasang muka kesal.

Tadi sore anak kami Vikra cerita kalau suatu hari dia harus menghentikan mobilnya di zebra cross di Auckland, lantaran ...... seekor kucing melenggang tenang di zebra cross tanpa ada pemiliknya! Begitu kaget dan kagumnya, sampai-sampai dia tak sempat mengabadikan peristiwa itu dengan kamera ponselnya.

Sabtu, 05 Juli 2008

Salju di Sky Tower

Belum pernah rasanya terjadi turun salju di Auckland. Tapi dengan perubahan cuaca global siapa tahu tak lama lagi bisa terjadi. Di Waikato yang di selatan Auckland sudah terjadi salju turun di Mt Te Aroha yang tingginya 800 meter di atas laut. Sebelumnya ini tak pernah terjadi.

Kalau saja tinggi Sky Tower di Auckland 3 kali lebih tinggi dari yang sekarang, penduduk Auckland bisa merasakan salju pada puncak Sky Tower, begitu kira-kira yang diungkapkan seorang analis cuaca.

Harga Hemat Makan Enak

Kita bersama tahu kondisi ekonomi di banyak negara sedang demam, lantaran meroketnya harga minyak bumi yg sudah mencapai US$ 144 per barell. Bahkan diramalkan akan menyentuh US$ 200 per barell. Di tanah air, para penerbit kartu kredit putar akal untuk tetap menarik minat pelanggannya. Salah satunya promosi di tempat-tempat makan favorit, dengan diskon ada yang mencapai mencapi 70%!

Suatu kali weekend saya jumpa famili dan anak-istrinya di Mall, rupanya dia sedang mencari tempat-tempat makan yang sedang menawarkan diskon untuk pengguna kartu kredit. Di dompetnya sendiri lengkap berderet berbagai kartu kredit yang siap dipakai buat mengejar harga hemat makan enak. Rupanya berburu makan hemat menjadi agenda rutin mingguannya. Itulah siasat jitu dimusim sulit.

Korupsi Jama'ah

Kalau anda rajin mengikuti berita tanah air akhir-akhir ini, banyak sekali pelaku korupsi yang sedang ditangkapi. Ada kasus korupsi yang melibatkan petinggi Kejaksaan Agung, juga ada para anggota DPR. Kalau gubernur, bupati dan walikota sudah berjibun menunggu sidang. Begitulah, koruspi di tanah air dilakukan secara jama'ah, ayo KPK berantas saja semua tikus-tikus yang masih berkeliaran.

Mengingat mayoritas orang Indonesia adalah muslim, maka secara probabilita pelaku korupsi pun terbesar adalah muslim. Fenomena korupsi ini seperti tak berkorelasi dengan masjid2 yang senantiasa penuh saat sholat Jumat, atau saat bulan Ramadhan. Juga seperti tak ada artinya dengan 200 ribuan orang Indonesia yang berangkat haji setiap tahunnya, belum lagi yang pergi umrah disetiap musim libur sekolah.

Jangan-jangan muslim Indonesia mayoritasnya masih hanya mementingkan menjalankan ibadah itu sendiri tanpa merasa perlu buat mengaplikasikan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. Bisa baca Qur'an dengan tajwid dan khatam berkali-kali, tapi tak tahu maknanya, apalagi menerapkannya dalam kehidupan. Ini tantangan bagi para ulama, kualitas dakwah mereka perlu ditinjau ulang agar ke depannya gerakan hidup yang berbudi pekerti dalam bingkai nilai yang Islami bisa terwujud. Jangan lah soholat lima waktu berjalan pararel dengan korupsi yang menghisap uang rakyat. Itu zholim, namanya.

Minggu, 15 Juni 2008

Siapakah Kita?

Siapakah Kita Sehingga Berhak
Mengatakan Kamu Salah
Dan Saya Paling Benar?

Siapakah Kita Sehingga Berhak
Bilang Kamu Tidak Beriman
Dan Saya Beriman?

Siapakah Kita Sehingga Berhak
Berujar Kamu Tidak Berhak
Dan Saya Paling Berhak?

Siapakah Kita Sehingga Berhak
Katakan Kamu Akan Masuk Neraka
Dan Saya Akan Masuk Surga?

Siapakah Kita Sehingga Berhak
Berteriak Allahu Akbar
Dan Memukuli Kamu?

Siapakah Kita?

Bulan-Bulan Yang Dingin

Bulan Juni di New Zealand akan mengawali musim dingin. Di South Island akan banyak kawasan tertutup salju. Para pecinta Ski tentu senang, sedangkan kegiatan memancing di laut biasanya sepi. Kumpul-kumpul sambil BBQ juga stop dulu. Jam 5 sore sudah mulai gelap dan menjelang jam 8 pagi matahari baru menyapa. Domba-domba santai bergerombul mengudap rerumputan dengan bulunya yang gondrong sedangkan kuda diberi mantel untuk sekedar menghangatkan.

Pemanas ruangan dikeluarkan dari gudang, biaya listrik pun melonjak. Baju penghangat berlapis siap menemani kita beraktifitas menahan gigitan angin dari Kutub Selatan. Mandipun cukup sekali saja menjelang tidur, he..he. Tapi tak ada suasana Natal, tak terdengar satupun lagu-lagu Natalan di pertokoan. Inilah yang membedakan musim dingin di NZ dengan di dunia barat lainnya seperti Eropa dan Amerika Utara.

Tuhan Punya Maksud

Cukup lama juga saya tak menulis di blog ini. Sampai tadi sore anak saya Vikra mengingatkan untuk menulis lagi. Okay, menulis apa ya? O ya, hari ini Kompas menurunkan hasil surveynya yaitu siapa pilihan rakyat untuk presiden RI kalau harus memilih dari kalangan artis?

Pilihan mayoritas adalah Deddy Mizwar, kemudian Dede Yusuf (sekarang wagub Jabar) dan urutan ke tiga Rano Karno (sekarang wakil bupati Tangerang). Ada juga terselip nama Tukul diurutan kesekian. Saya jadi teringat tulisan saya di blog ini beberapa minggu yang lalu tentang hal serupa berjudul "Kabinet Artis Bersatu".

Tapi yang hebat adalah Hillary Clinton, dia mengajak pemilihnya untuk mendukung Obama untuk menyatukan suara Demokrat di AS. Tak ada dendam atau permusuhan, dengan legowo ia menawarkan perubahan atau bahkan sejarah di AS, yaitu kulit berwarna pertama yang masuk Gedung Putih sebagai presiden. Kalaupun Hillary yang mewakili Demokrat, sejarahpun akan terukir sebagai perempuan pertama di Gedung Putih itu.

Demokrat di AS pasti beda dengan Demokrat di tanah air. Yang di tanah air karena partai baru dan tidak menang mutlak di parlemen, presidennya (yang Demokrat) kelihatan kagok dan ragu-ragu dalam memerintah. Yah, sejauh ini Tuhan memberikan presiden bagi Indonesia yang tidak sempurna. Ada yang doyan perempuan, ada senang uang, ada pemimpi,
ada yang tergantung pembisik, ada yang pasangan hidupnya jadi broker, dan terakhir ini peragu.

Saya yakin, pasti Tuhan punya maksud mulia. Bayangkan kalau presiden kita integritas dan profesionalismenya seperti Lee Kuan Yew. Ekonomipun akan cepat pulih, sandang pangan cukup dan Indonesia segera menjadi negara yang kuat. Kalau ini yang terjadi, saya kuatir Indonesia akan menjadi takabur atau jumawa. Ketegangan kawasan pun bisa meningkat karena kita merasa sebagai "big brother" yang harus dihormati ala feodal.

Di 2009 kita tunggu saja, apakah presiden baru kita adalah seorang pelawak, penakut, pendengkur, atau pemalas?






Sabtu, 31 Mei 2008

Warisan Belanda

Di tanah air sedang marak demonstrasi mahasiswa di berbagai kota buat menentang naiknya harga BBM. Pemerintah berkilah, subsidi BBM bisa dialihkan membantu rakyat dengan nama BLT (bantuan langsung tunai), yaitu keluarga miskin menerima Rp 100 ribu perbulan dalam 3 bulan berturut-turut. Tak jelas benar apakah pemerintah sadar bahwa bantuan 3 bulan itu bisa menolong banyak rakyat dari biaya hidup yang mencekik pasca kenaikan harga BBM. Sebab, harga yang melambung rasanya tak akan kembali turun setelah 3 bulan ke depan. BLT seperti obat sementara, setelah itu pemerintah seperti hendak mengatakan, " usaha dong sendiri..."

Kembali ke urusan demonstrasi yang semakin militan dilakukan mahasiswa. Beberapa mahasiswa bahkan ditangkapi. Wapres JK dalam suatu acara dengan panjang lebar meminta rakyat memaklumi kenaikan harga BBM. Sayang, JK sempat keblabasan dengan menyuruh rakyat miskin yang berhak menerima BLT melawan para mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM. Itulah kalau pemerintah mulai menerapkan warisan Belanda, yaitu politik pecah belah atau adu domba (devide et impera).


Manajemen Listrik

Hari-hari ini, khususnya di Jawa dan Bali, giliran pemadaman listrik menjadi langganan sehari-hari hingga beberapa bulan atau bahkan sampai tahun depan. Apapun alasannya, jelas PLN dan pemerintah gagal memepertahankan pasokan listrik kepada konsumen.

Banyak peralatan listrik, seperti komputer dan yang lainnya menjadi rusak karena pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan, sehingga banyak yang tak sempat mematikannya secara benar. Pemerintah pun sedang siap-siap digugat dalam bentuk class action oleh rakyat.

Pemerintah mengakui bahwa pasokan listrik masih kurang dari kecukupan, sehingga rakyat diimbau untuk berhemat listrik. Selain itu, akibat harga BBM naik, banyak pembangkit tenaga listrik tenaga minyak yang harus dihemat. Lampu-lampu di istana presiden diganti dengan lampu hemat energi, maksudnya buat memberi contoh. Tapi itu tak cukup untuk memberi maaf atas keteledoran pemerintah yang payah dalam membuat perkiraan konsumsi listrik ini. Seperti tak ada koordinasi, disatu pihak hotel, mall, apartemen, gedung perkantoran dan rumah sakit banyak berdiri (dan pasti butuh banyak listrik), sementara PLN seperti menutup mata bekerja alon-alon.

Namun saya setuju, bahwa pada dasarnya rakyat harus hemat listrik. Tapi lihatlah bagaimana rumah-rumah mewah di Jakarta bermandikan cahaya lampu sepanjang malam sampai pagi, terutama pada bagian luar atau halaman. Alasannya mungkin ada dua, pertama untuk keamanan dan kedua mungkin buat sedikit pamer. Kiranya cukuplah pencahayaan halaman rumah tanpa harus berlebihan.

Di New Zealand, semangat hemat litrik ini sangat kuat. Jarang sekali ada rumah yang halamannya bermandi cahaya sepanjang hari gelap. Biasanya gelap saja, penerangan cukup dari lampu jalan umum. Mereka umumnya memasang lampu di halaman yang dilengkapi sensor, yaitu bila ada gerakan maka lampu akan
otomatis menyala untuk beberapa saat. Ada juga lampu taman yang menggunakan tenaga surya yang banyak diimpor dari China sehingga harganya masih terjangkau.


Minggu, 25 Mei 2008

Pariwisata No 1

Dalam sebuah artikel di NZ Herald Online, analis ekonomi dari ANZ Bank mengatakan bahwa industri pariwisata sekarang menjadi penyumbang terbesar devisa NZ, setelah tahun-tahun sebelumnya lebih sering sektor industri hasil peternakan yang mendominasi.

Ya, pasar utama hasil peternakan NZ sebelumnya adalah UK sang negara leluhur, namun sejak UK bergabung ke Uni Eropa meraka harus memprioritaskan impor komoditi dari sesama negara Eropa, maka negara seperti Portugal dan Eropa Timur lah pilihan UK untuk mengimpor beberapa komoditi yang diperlukan, termasuk hasil olahan susu. Hal ini tentu membuat ekspor hasil peternakan NZ terpukul.

NZ pun buru-buru mengarahkan pandangan ke Asia sebagai pasar yang harus dibukanya. Sasaran utama adalah China, Korea dan Jepang, selain juga Australia. Bahkan dengan China, NZ sudah membuat kerjasama zero tariff, artinya membebaskan ekspor impor dari segala macam bea pajak. Maka, kalau hasil olahan ternak NZ bisa diekspor ke China secara signifikan, sebaliknya dari China masuklah produk pakaian jadi, sepatu, alat olah raga, dll. ke NZ dengan harga murah. Begitulah, produk China sekarang sudah membanjiri NZ dengan harga yang kadang "tak masuk akal" untuk ukuran produksi di NZ.

Di Indonesia susu merek Anlene dari perusahaan Fontera -- NZ, sudah dikenal dalam 5 - 10 tahun terakhir. Inilah susu pertama di Indonesia yang mengusung kandungan kalsium tinggi sehingga menggugah kesadaran untuk mencegah osteoporosis. Sayang, saya belum pernah melihat, misalnya, susu Ultra beredar di NZ. Secara umum Indonesia tampaknya belum melirik NZ sebagai potensi pasar, maklum populasinya cuma 4 juta, rasanya memang masih kurang "sexy".



Selamat Untuk Ratu dan Anton

Seminggu terakhir ini rangkaian resepsi pernikahan Ratu dan Anton terus berlangsung di Auckland. Resepsi dibagi dua, yaitu buat kenalan mereka yang warga NZ dan satu lagi untuk kenalan warga Indonesia. Acara seperti ini sangat baik untuk lebih mempererat sesama warga Indonesia atau membuat warga NZ lebih mengenal warga Indonesia.

Ratu dan Anton yang saya kenal adalah dua sosok anak muda yang menatap hidup dengan penuh rencana matang. Idenya seperti tak pernah habis untuk memulai bisnis di NZ. Mulai dari menjual alat pancing lewat internet, sampai yang sekarang mengelola kost2an khusus untuk orang Jepang yang tinggal di NZ.

Ratu, yang tinggal dengan keluarga di Auckland sebagai permanent residence, lulus dari fakultas matematika di Auckland University, dan masih sempat meluangkan waktu memberi les privat buat anak kami, Vikra, dan beberapa temannya yang lain. Anton sendiri datang ke Auckland untuk kuliah, namun selama masa kuliah naluri bisnis sudah menggodanya. Sampai pada perjumpaan dengan Ratu yang membuat mereka pada akhirnya berikrar untuk berkomitmen sebagai pasangan hidup, dan untuk itu Anton pun secara ikhlas menjadi mu'alaf.

Begitulah, setiap jaman punya caranya sendiri buat menatap hidup ke depan. Selamat menempuh hidup baru sampai maut memisahkan kalian.

Selasa, 20 Mei 2008

Satu Indonesia Radio Program

Mendengarkan siaran tunda Satu Indonesia edisi 17 Mei 2008 melalui website www.satuindonesia.co.nz, dengan penyiar Aga dan Opi, benar-benar menghanyutkan saya karena pada edisi siaran ini mengusung tema "Tribute to Chrisye". Selain karena lagu-lagu lama Chrisye yang begitu banyak mengandung kenangan, juga secara keseluruhan siarannya semakin apik untuk ukuran radio komunitas. Penyiarnya sudah sangat relax dan bicaranya mengalir lancar.

Awalnya adalah inisiatif Bapak M yang membujuk saya dan istri untuk membuat siaran radio di th 2004. Setelah kami pelajari masyarakat Indonesia di Auckland, ahirnya kami setuju untuk membantu membuat siaran radio untuk warga Indonesia di AKL, dengan syarat keberadaan siaran radio ini harus membawa manfaat banyak buat masyarakat Indonesia di AKL dari sisi hiburan dan informasi.

Ahirnya kami mengajak beberapa pihak untuk juga woro-woro menghidupkan ide ini. Ada bapak 2D dan ada rekan muda sdr/i A dan H. Lalu ada juga pemeriah siaran sdr R. Pendukung yang juga tak kalah penting adalah Ibu E yang menyediakan rumahnya untuk rapat awal dengan teman-teman muda, termasuk dukungan dari Bapak A dan Ibu S. Biaya sewa studio merupakan inisiatif dari para pengelola inti. Alhamdulillah, beberapa pihak membantu lewat pemasangan iklan, ada Garuda Indonesia, Biyanti Pontoh dari Travel Biro Planet Earth, Property Consultant James Wisnu dari Ray White, Ari Katamat dari Swan Pharmacy juga Corona Charcoal.

Siaran pertama dimulai 2004 November, di studio hadir wakil dari KBRI Wellington (Pak Dubes kebetulan ada agenda lain, tapi sambutannya untuk pembukaan siaran ini sudah direkam terlebih dahulu), kemudian beberapa warga Indonesia lainnya. Meriah sekali, lengkap dengan pemotongan nasi tumpeng. Peresmian ini diliput oleh program acara aktifitas imigran Asia di TV One NZ.

Istri yang bekas penyiar "terpaksa" menjadi penyiar utama karena SDM belum ada sama sekali. Saya sebagai producer, music director sekaligus program director. bahkan kadang-kadang mengisi siaran sebagai Pak Harkomo. Secara bertahap A dan H diberi kepercayaan untuk menjadi operator dan penyiar.

Setelah satu tahun, pengelola inti diserah terimakan kepada teman-teman muda yang dimotori oleh A, H, T, G dan banyak lagi. Untuk menjembatani teman muda dengan warga senior, bapak J sangat tepat duduk sebagai chairman. Begitulah, pengelola inti awal cukup hanya satu tahun bekerja, sampai roda siaran bisa berjalan dengan lancar dan alih pengetahuan sudah cukup kepada teman-teman muda. Dan, sekarang siaran radio ini sedang menuju ke usia yang ke 4.

Bila anda ingin mengetahui apa dan bagaimana informasi orang Indonesia Auckland, silakan mendengarkan setiap Sabtu jam 16.40 s/d 17.50 di 104.6 FM atau simak rekamannya lewat website www.satuindonesia.co.nz


Pindah Kerja

Usia 15 tahun remaja di NZ secara resmi boleh bekerja paruh waktu. Jumlah jam kerjanya sedemikian rupa tak boleh mengganggu waktu untuk belajar di rumah. Khusus weekend mereka bisa bekerja lebih lama. Umumnya mereka bekerja di fast food restaurant, supermarket dan toko-toko. Bagi mereka, ini lumayan buat menambah uang jajan, tapi dari kacamata orang tua, hal ini mendidik anak-anak menghargai bagaimana uang diperoleh secara halal. Bayaran per jam nya berkisar dari 10 sampai 15 $NZ belum dipotong pajak. Jadi, anak-anak remaja ini sudah menjadi pembayar pajak ke negara, untuk itu harus mendaftar dulu kantor pajak guna mendapatkan "NPWP" nya (disebut IRD Number).

Anak kami Vikra, sebelumnya bekerja di fast food KFC sekitar 10 - 15 jam seminggu. Lokasinya dekat rumah, sehingga bisa jalan kaki 5 menit. Pekerjaannya mulai dari menerima order, membuatkan burger, memasak kentang goreng, memindahkan ayam goreng ke dalam tray, sampai membersihkan toko sebelum tutup.

Setelah lebih dari 1 tahun bekerja, kini Vikra pindah kerja menjadi interviewer konsumen melalui telepon. Perusahaan survey tempat ia kerja ini fokus pada jasa riset untuk kepentingan sebuah brand. Dibanding kerja di KFC yang mengharuskan banyak jalan dan berdiri, ditempat kerja barunya justru harus selalu duduk karena interview ia lakukan dengan telepon dan di depan komputer.

Meskipun bayaran per jamnya lebih besar dari KFC, tapi musuh pekerjaan ini adalah penat dan bosan karena harus selalu duduk sehingga kurang bergerak. Yah, selalu ada positif dan negatif dalam bekerja.

Satu Lagi Orang Baik Pergi...

Dari berita di tanah air kita semua tahu Sophan Sophiaan telah berpulang dalam suatu kecelakaan di jalan raya. Aktor yang kemudian bergelut di dunia politik dan kemudian mengundurkan diri ini salah satu manusia Indonesia yang teguh pada prinsip. Setelah tak tahan melihat kemunafikan dunia politik, termasuk dilakukan teman-temannya satu partai di DPR, ia putuskan untuk mundur.

Sementara kita tahu, hingga hari ini banyak anggota DPR sedang antri untuk disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selamat jalan bung.

Kamis, 15 Mei 2008

Disetiap Kesusahan Ada Kemudahan

Bagi yang tetap optimis dengan masa depan bangsa Indonesia, kesulitan ekonomi yang sangat serius kali ini tetap dianggap hanya sebuah proses menuju Indonesia yang gilang gemilang gemah ripah loh jinawi. Dilihat dari teori pendulum juga demikian, setelah berayun kekiri mata pendulum kemudian akan berayun ke kanan.

Sikap optimisme di atas mudah-mudahan bukan cuma sikap para elitis di tanah air, karena biar bagaimanapun anak-anak miskin harus makan dan tercukupi gizinya. Para orang tua yang renta harus tetap dihormati dengan diberikan nutrisi dan program kesehatan yang memadai. Orang kebanyakan tetap harus naik bus yang ongkosnya pasti bakal meningkat. Dan ini diperlukan sekarang, detik ini juga.

Kelihatannya perlu ada orang-orang yang mampu menjembatani antara rasa optimisme di atas (yang entah kapan akan terwuhud) dengan pencarian solusi jangka pendek yang sesegera mungkin. Karena nyawa manusia, biarpun ia miskin, tetaplah tak ternilai harganya. Dan, ia adalah saudara kita sesama anak bangsa.

Minggu, 11 Mei 2008

Kabinet Artis Bersatu

Sekarang baru tercatat nama-nama seperti Sophan Sophiaan, Dede Yusuf, Rano Karno, Ajie Massaid, Angelina Sondakh, Nurul Arifin, Wanda Hamidah, Helmi Yahya, Tantowi Yahya, Rieke Diah Pitaloka (si Oneng), Titik Puspa, Qomar, Miing Bagito, Sys NS, Marissa Haque, Anwar Fuadi, dll, deretan artis yang terjun ke dunia politik. Ada yang sudah menjadi anggota parlemen, ketua partai, wakil bupati dan ada juga yang mencapai wakil gubernur. Kalau dulu, artis cuma dimanfaatkan buat pemeriah kampanye, sekarang artis tampaknya yang memanfaatkan politik.

Bayangkan kalau di pemilu 2014 nanti, setelah sebagian besar artis terjun lebih dalam ke panggung politik, diperkirakan akan tercipta suatu kabinet yang didominasi para artis sehingga disebut Kabinet Artis Bersatu. Presidennya Tukul dan Wapres nya Gogon Srimulat, semata karena memang sangat populer. Mentri Pemberdayaan Perempuan Titik Puspa (yang teruji sangat berdaya hingga usianya yg ke 70 ini). Mentri Perumahan Rakyat Ikang Fawzi (yang saat ini menggeluti bisnis property), Menlu Tora Sudiro (laki-laki cerewet berarti jago diplomasinya), Menhankam Didi Petet (tenang dan tidak emosi jadi tdk gampang mengusulkan perang), Mendagri Djodjon (tetap dengan kostum celananya yang khas, agar semua aparat pemda berkostum sama sehingga lebih 'friendly' dibanding kostum sekarang yang bergaya militer), Menkeu Helmi Yahya (master akuntan lulusan Amerika), Menkominfo Tantowi Yahya (sebagai MC kelas atas saat ini), Menteri Agama Qomar, Menbudpar Dian Sastro (karena wajahnya yang khas Indonesia, sehingga kalau dia sedang berpromosi Indonesia di manca negara, diharapkan calon turis mau melancong ke Indonesia melihat yang lebih cantik dari Dian Sastro), Memperindag Luna Maya (sekarang sudah jadi pengusaha distro, sehingga minimal paham soal untung rugi), Jaksa Agung Roy Marten (sudah tau rasanya ditangkap, disidik, dituntut dan dipenjara), Mentri Pendidikan Cinta Laura (lulusan sekolah bahasa Indonesia di Australia), ah siapa lagi ya? Mungkin ada usulan dari anda?

Sedekah Bensin

Harga minyak dunia terus naik, ini membuat banyak negara terpaksa menaikkan harga BBM nya. Berita di tanah air hari ini menyatakan bahwa pemerintah berencana menaikkan harga BBM akhir Mei ini. Kondisi serupa tak terkecuali di NZ, apalagi negeri ini tidak punya sumber minyak bumi, sehingga harga benar-benar harga pasar dunia yang berlaku. Dewasa ini 1 liter bensin sudah merangkak ke arah $2, atau sekitar Rp 14 ribu an.

Anak kami, Vikra, terpaksa mengurangi pemakaian mobil. Tapi masuk ke musim dingin mobil memang menjadi sarana mobilitas yang penting. Apalagi saat weekend, ketika jumlah bus umum beropertasi tidak 100 %, sehingga kalau hari biasa bus akan datang katakanlah setiap 5 menit, saat weekend akan datang setiap 10 - 15 menit bahkan ada yang 20 menit.

Namanya anak muda, weekend biasanya banyak acara bersama teman-temannya. Vikra pun dengan senang hati menggunakan mobilnya untuk menjemput sana-sini, dengan catatan teman-temannya itu dikenakan sedekah bensin secara sukarela. Kalau di tanah air sebetulnya ini tak beda dengan operasi mobil omprengan ya?

Ayo Jessica!

Saat-saat ini di Jakarta akan berlangsung kejuaraan bulutangkis Uber Cup dan Thomas Cup. Salah satu peserta adalah New Zealan, yang mana pernah dua kali menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis beregu yang sangat populer di Indonesia.

Salah satu pemain tunggal putri NZ adalah remaja asal Indonesia, Jessica. Ia adalah anak pasangan Haryono dan Lingga. Begitulah di NZ seorang pemegang status PR disamakan hak dan fasilitasnya dengan warga negara, kecuali ia tidak bisa dipilih menjadi anggota parlemen.

Keluarga Haryono yang tinggal di Kelapa Gading kami kenal sejak 2003 yang lalu, ketika kami banyak berkonsultasi tentang syarat dan prosedur pengajuan permanent resident ke NZ. Bahkan dengan bantuan keluarga inilah, kami akhirnya berhasil memperoleh PR di NZ.

Ketika baru masuk Westlake Girl High School, Jessica sudah mengukir prestasi bulutangkis dengan menjuarai kelompok umur se NZ. Namanya sempat terpampang di papan (semacam billboard) sekolahnya lengkap dengan gelar juara yang baru diraihnya, sebagai rasa bangga sekolah terhadap muridnya yang berprestasi.

Ayo Jessica, mumpung masih muda ukir prestasimu semaksimal mungkin!

Sabtu, 03 Mei 2008

Demokrasi Keluarga

Tulisan kali ini sebenarnya masalah domestik keluarga. Dimulai 2007 Juni/Juli, ketika istri dan anak bungsu, Hakim, mengunjungi kakaknya di Auckland. Sepulang dari Auckland, Hakim berpendapat bahwa keluarga ini harusnya berkumpul jadi satu seperti layaknya keluarga lain, apalagi si Hakim ini merasa sangat dekat dengan abangnya, Vikra. Aspirasi si kecil kami bahas sampai menghasilkan suatu niat untuk bersiap kembali tinggal sekeluarga di Auckland. Selain kakak-adik dipertemukan, juga saya dan istri merasa lebih tenang bisa berdekatan dengan anak kami yang masih remaja di Auckland.

Setelah berpikir cukup dan diskusi suami istri yang intens, ahirnya diputuskan 2008 ini keluarga Dangbayan back to Auckland. Perkiraannya, saya kembali pertengahan tahun, kemudian disusul istri dan Hakim pada ahir tahun 2008. Untuk persiapan itu, saya kemudian mengajukan pengunduran diri dari perusahaan yang telah dibangun selama 17 tahun bersama partner yang lain. Per Januari 2008 pun saya sudah efektif non aktif / mundur dari perusahaan.

Namun belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana keputusan untuk menetap sementara di Auckland boleh dikata tidak kami diskusikan dalam arti oleh seluruh anggota keluarga, maka kali ini untuk mencoba bersikap lebih demokratis, digelar lah rapat keluarga antara saya, istri, Vikra dan Hakim, dengan topik kepindahan keluarga Dangbayan ke Auckland. Dalam rapat ini semua anggota keluarga punya hak suara yang sama. Rapat dimulai dengan penjelasan dan latar belakang rencana ini cukup panjang lebar. Ibunya anak-anak wanti-wanti bahwa apapun keputusan rapat ini akan bersifat mengikat sehingga semua harus menerima dan mendukung keputusan rapat yang disepakati bersama. Jangan dikemudian hari berkeluh kesah, karena memang hidup di NZ tentu tidak sama dengan di Indonesia.

Ketika Vikra diberi kesempatan untuk berkomentar, ternyata isinya diluar dugaan kami. Baginya, kalau kepindahan ini hanya lantaran mau mendampingi dia, sebaiknya tidak perlu dilakukan. Karena sudah 2 tahun dia bisa membuktikan mampu hidup di Auckland tanpa didampingi bapak - ibunya. Apalagi, tambahnya, masih ada nenek yang membutuhkan kehadiran Ibu di Jakarta ini. Kami sebagai orangtuanya sempat tertegun mendengarkan komentar anak usia 16 tahun jalan ke 17 ini.

Singkat kata, Vikra tidak meminta keluarganya pindah, kalaupun bisa itu akan dirasakannya sebagai bonus. Sedangkan Hakim, karena usianya yang masih kecil, memilih untuk tetap bersama bapak dan ibu. Pun ketika Vikra ditanyakan untuk pindah kembali ke Jakarta, agar bisa bersatu dengan adiknya yang memang sangat sayang kepada si abang, dengan kalem kakaknya menolak. Alasan utamanya karena sekolahnya sudah "nanggung", setahun lagi insha Allah masuk uni. Alhasil, keluarga Dangbayan ahirnya memutuskan secara aklamasi menunda kepindahan sekeluarga ke Auckland sampai waktu yang tidak ditentukan.

Ketika menyampaikan penundaan kepindahan ini, baik neneknya anak-anak dari istri atapun saya sama-sama memeluk erat seolah mensukuri keputusan keluarga Dangbayan.